Hello Fellas!
Minggu, 03 Maret 2013
Goodbye
Selamat tinggal, mungkin itu kata yang paling berat untuk diucapkan semua orang. Dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan, itu kalo kebanyakan orang bilang. Well, I couldn't agree more with that sentence. Perpisahan itu memang berat, terkadang menyakitkan, bahkan tak jarang harus disertai dengan tetesan air mata. Namun memang itulah kenyataannya. Perpisahan memang harus terjadi, dan kita pun tidak tau kapan akan "bersatu" atau berjumpa lagi. Mungkin besok, beberapa tahun lagi, atau mungkin tidak sama sekali. So, goodbye
A Mistake
Penyesalan itu selalu datang terlambat, penyesalan gak mungkin datang di awal-awal karena kita juga belum tau cerita kayak gimana yg akan kita tulis. Emang udah takdirnya kita ketemu dalam suatu kehidupan, sampe akhirnya ada rasa nyaman di antara kita. So, the story starts.
Semakin hari, semuanya terasa makin indah. Sejujurnya masa lalu itu berharga, buat pelajaran di cerita kali ini. Masa lalu itu bukan buat dilupain gitu aja. Semuanya pun berjalan lancar sampai akhirnya cerita itu dipaksa berakhir karena suatu alasan. Namun sebenarnya, cerita itu masih berlangsung secara "invisible". Sampai akhirnya, cerita itu kembali dimulai sampai cerita itu benar-benar berakhir karena memang pintu itu udah tertutup rapat.
Kenapa? Well, semuanya sudah sangat rumit dan tidak mungkin bisa dilanjutkan. Sejujurnya perkataan-perkataan itu terkadang membuat rasa sesal itu muncul, kenapa takdir menggoreskan cerita seperti ini? Namun terlepas dari semua itu, kelihatannya sekarang kehidupan sudah berjalan seperti seharusnya. Hidup di jalan masing-masing dan kebebasan serta pikiran yang ringan itu pun kembali hadir. Dari cerita ini ada pelajaran berharga, yaitu kita gak harus memiliki orang yang membuatmu merasa nyaman. Kenyamanan itu bisa didapat dari siapapun, teman, orang tua, dan lain-lain. Kalo kamu gak merasakan kenyamanan itu, sesungguhnya kenyamanan itu sebenarnya ada namun mungkin bagi kita itu "kasat mata". Even the story doesn't end perfectly, you both are still friends. But remember, just friend. Don't expect to rewrite that story. I write this because i think there's so many people that do this "mistake"
Semakin hari, semuanya terasa makin indah. Sejujurnya masa lalu itu berharga, buat pelajaran di cerita kali ini. Masa lalu itu bukan buat dilupain gitu aja. Semuanya pun berjalan lancar sampai akhirnya cerita itu dipaksa berakhir karena suatu alasan. Namun sebenarnya, cerita itu masih berlangsung secara "invisible". Sampai akhirnya, cerita itu kembali dimulai sampai cerita itu benar-benar berakhir karena memang pintu itu udah tertutup rapat.
Kenapa? Well, semuanya sudah sangat rumit dan tidak mungkin bisa dilanjutkan. Sejujurnya perkataan-perkataan itu terkadang membuat rasa sesal itu muncul, kenapa takdir menggoreskan cerita seperti ini? Namun terlepas dari semua itu, kelihatannya sekarang kehidupan sudah berjalan seperti seharusnya. Hidup di jalan masing-masing dan kebebasan serta pikiran yang ringan itu pun kembali hadir. Dari cerita ini ada pelajaran berharga, yaitu kita gak harus memiliki orang yang membuatmu merasa nyaman. Kenyamanan itu bisa didapat dari siapapun, teman, orang tua, dan lain-lain. Kalo kamu gak merasakan kenyamanan itu, sesungguhnya kenyamanan itu sebenarnya ada namun mungkin bagi kita itu "kasat mata". Even the story doesn't end perfectly, you both are still friends. But remember, just friend. Don't expect to rewrite that story. I write this because i think there's so many people that do this "mistake"
Langganan:
Postingan (Atom)