Hello Fellas!

Jumat, 24 Februari 2012

Remembering Sunday

He woke up from dreaming and put on his shoes
Started making his way past two in the morning
He hasn't been sober for days

Leaning now into the breeze remembering Sunday
He falls to his knees, they had breakfast together
But two eggs don't last like the feeling of what he needs

Now this place seems familiar to him
She pulled on his hand with a devilish grin
She led him upstairs, she led him upstairs
Left him dying to get in

Forgive me, I'm trying to find
My calling, I'm calling at night
I don't mean to be a bother, but have you seen this girl?

She's been running through my dreams
And it's driving me crazy, it seems
I'm gonna ask her to marry me

And even though she doesn't believe in love
He's determined to call her bluff
Who could deny these butterflies?
They're filling his gut

Waking the neighbors, unfamiliar faces
He pleads though he tries
But he's only denied
Now he's dying to get inside

Forgive me, I'm trying to find
My calling, I'm calling at night
I don't mean to be a bother, but have you seen this girl?

She's been running through my dreams
And it's driving me crazy, it seems
I'm gonna ask her to marry me

There's a neighbor said, she moved away
Funny how it rained all day
I didn't think much of it then
But it's starting to all make sense

Oh, I can see now
That all of these clouds are following me
In my desperate endeavor
To find my whoever, wherever she may be

I'm not coming back,
I've done something so terrible
I'm terrified to speak but you'd expect that from me
I'm mixed up, I'll be blunt
Now the rain is just washing you out of my hair

And out of my mind, keeping an eye on the world
So many thousands of feet off the ground
I'm over you now, I'm at home in the clouds
Towering over your head

Well I guess I'll go home now
I guess I'll go home now
I guess I'll go home now
I guess I'll go home

Selasa, 21 Februari 2012

It Ends Dramatically, so Terrible

Kamis, 16 Februari 2012. Mungkin inilah tanggal yang gak bisa dilupain sama sebagian besar keluarga kelas XII CI. Kenapa? Karena di tanggal inilah ditentukan siapa aja siswa yang bisa ikut SNMPTN undangan. Aku masih inget banget gimana aku lagi ngerjain tugas menggambar pas Daru dateng dan bilang kalo nilai rapot udah mulai dimasukin dan semua tugas yang lagi aku kerjain udah nggak ada gunanya. Selain itu Daru juga bilang di BK udah ada data siswa yang dipilih buat ikut SNMPTN undangan. Aku pun langsung berhenti ngerjain tugas. Sontak aja aku, Rahmat, sama Anam ke ruang guru buat ngumpul tugas seadanya. Sumpah pas denger nilai rapot udah jadi tu rasanya kayak pengen nyobek kertas gambar yang ada di tanganku siang itu.

Nah setelah kita ngumpulin tugas, langsunglah kita ke BK. Di sana ada kertas beberapa lembar yang isinya data siswa terpilih ikut SNMPTN undangan. Aku baca kertas itu, dan anda tau apa? Hanya 60 anak yang dipilih buat ikut SNMPTN undangan. Padahal harusnya yang keterima undangan itu ada 103 anak. Kelasku sendiri menyumbang 7 anak buat ikut SNMPTN undangan, yaitu Aya, Dhika, Ika, Tata, Linda, Venska, sama Susi. Menarik kalo liat nggak ada nama Enggar, Fahmi, ataupun Anam. Sedangkan aku cuma ada di peringkat 95 karena peringkatku paralel di semester 4 dan 5 keluar dari 50% sekolah alias gak konsisten, ya jadi aku gagal kepilih. Tapi jelas, pasti Astrid yang menyesal banget. Jelas aja, karena sebenernya dia udah tinggal selangkah lagi ikut undangan, tapi karena semester 5 dia peringkat 50,6% paralel, ya Ciao. Di sini aku bener-bener ngerasa kecewa berat, apalagi kalo bukan karena peraturan SNMPTN undangan yang diubah pas bulan Desember 2011. Kalo menurutku ini nggak adil. Kenapa aku bisa berkata kayak gini?

Pertengahan Agustus 2011 aku masih dikasih tau kalo kelas akselerasi itu 100% dipilih buat ikut SNMPTN undangan. Tapi sekarang apa? Peraturan mendadak diubah, siswa kelas akselerasi rangkingnya diparalel sama kelas lain. Sebenernya awalnya aku gak terlalu keberatan sama keputusan ini. Tapi setelah kejadian tadi, akhirnya mataku terbuka. Dan sekarang aku pun berkata sama seperti yg dikatakan temenku: “Buat apa masuk akselerasi kalo undangannya nggak 100%?!”

Sekilas info aja, dulu aku mau masuk aksel gara-gara tertarik sama undangan 100% itu. 26 Juli 2010, untuk pertama kali aku menginjakkan kakiku di kelas XCI. Kenapa aku inget tanggal itu? Karena pengumuman aksel waktu itu bersamaan dengan ulang tahun Ibuku :)

Masuk aksel tu kalo udah kayak gini jadi banyak nggak enaknya. Tapi tetep aja ada enaknya. Kalo aku nggak masuk aksel, mungkin aku gak bakalan ketemu sama temen-temen yang baik dan care semacam Wafi, Asep, Anam, Daru, Kuni, Rahmat, Ucup, Aya, Ika, Lintang, Linda, Afif, Venska, Susi, dll. Kalo aku nggak masuk aksel, mungkin aku belum tentu kenal kakak-kakak kelas kayak Mas Denis, Mas Uhur, sama Mbak Ulfah. Dan tentu aja kalo aku gak masuk aksel, aku gak bakal kenal adek kelas semacam Dinda, Dian, Ridha, Salsa, Akhid, Rana, Albert, Elisa, Rian Nurul, dll. Pokoknya semua nama itu udah bagaikan bagian dari keluargaku. Aku juga seneng masuk aksel soalnya jadi bisa kenal lebih deket sama guru-guru yang super kayak Ibunda Ning kimia sama Bu Ning MB. Beliau-beliau ini udah aku anggap kayak orangtuaku sendiri selama aku di sekolah :)